SEKILAS KISAH
Suasana
ramai khas sekolah tampak dimata gadis berumur 16 tahun begitu menginjak pintu
keluar ruang tata usaha, gadis itu adalah Aurius Kanee Sabrine. Gadis yang
kerap disapa Auri itu akan melewatkan hari-hari kedepannya disekolah ini sekolah
SMA Garuda, sebelumnya Auri sekolah di SMA Tunas Harapan.
“Ayo
ikut saya kekelas..” Ajak wanita berkepala empat itu yang Auri ketahui sebagai
wali kelasnya.
“Baik
bu” Jawab Auri sambil mengekor wali kelanya.
“Semoga
kamu betah disini ya dan bisa beradapsasi dengan teman-teman kamu disini”
“Iya
bu”
Dua
wanita beda generasi tersebut berhenti di depan pintu berplang XI IPA 1,
suasana ramai tampak didalam kelas
“Selamat
pagi anak-anak..”
“Selamat
pagi Bu In..” Jawab kompak seisi kelas.
“Hari
ini ibu akan memperkenakan teman baru kalian pindahan dari Jakarta” terang Bu
In
“Wiihh
geulis pisan…”
“Cantik”
“Neng
geulis pisan eeu… sini duduk sama aa”
Tampak
sorak menyambut Auri, Auri memiliki rambut hitam lurus, pipi tirus, butu mata
lentik, dan senyum yang manis membuat yang memandangnya tak akan bosan melihat
senyumnya, sayangnya Auri jarang memperlihatkan senyum itu.
“Husttttt…
sudah sudah, Auri solakan perkenalkan diri kamu” pinta Bu In pada Auri
“Hai…
nama gue Aurius Kanee Sabrine, pangil aja Auri, gue pindahan dari Jakarta”
“Hallo
Auri… gua Adit cowok terkasep di SMA Garuda Kusuma”
“Huuuu…
apaan lu kayak Opie Kumis gitu pede gile lu…”
sahut cewek yang duduk disebelahnya
“Apaan
sih ayang beb…”
“Ihhh
gelook..”
“Sudah-sudah
Auri silakan kamu duduk”Bu In sudahi pertengkaran dua murid tersebut dan
menyuruh Auri duduk
Hanya
dua tempat duduk yang kosong tepat dibelakang dua murid yang berdebat tadi.
“Hai
gue duduk disini yaa” ijin Auri pada Nayla, gadis lwan debat Adit tadi
“Iya..iya,
eh kenalin gue Nayla kalo yang kaya Opie kumis ini namanya Adit”
“Opie
Kumis apaa oee“ Jawab tak terima Adit pada Nayla, Adit memang memiliki kumis
tipis yang membuat ia dijuluki Opie Kumis
“Haiiii…
Nayla Adit gue Auri” Sahut Auri sebelum mereka berdebat lagi
“Eh
btw Ri, cowok paling ganteng itu yaa yang duduk disebelah lo itu trar kalo dia
dah masuk pasti lo suka deh sama dia” cerita Nayla pada Auri, Auri hanya
menanggapi dengan senyum
“Baik,
kemarin kita sudah bahas tentang hukum archimedes sekarang kita waktunya bahas
tentang hukum bernoulli, ada yang tau artinya?” Tanya Bu In pada warga kelas XI
IPA-1
“Oke
Auri silakan” Bu In persilakan Auri menjelaskan karena tadi Auri mengangkat
tangan untuk menjawab
“Hukum
Bernoulli merupakan landasan fluida dinamis yang membahas tentang hubungan
kecepatan, tekanan dan ketinggian dari dua titik aliran fluida dengan massa
jenisnya…” Saat menjawab tiba-tiba ada salah satu murid yang baru datang
“Selamat
pagi bu, maaf saya terlambat” Izin laki-laki tersebut pad Bu In lalu pergi
kebangkunya
“Kamu
yaaa…, bukan Aldo namanya kalo jam pertama tidak terlambat” Omel Bu In pada
laki-laki itu
Cowok
yang dipanggil Aldo itu lantas duduk disebelah Auri
“Lo
anak baru” Tanya Aldo pada Auri
“Iya…”
Jawab Auri saat akan memperkenalkan dirinya lantas alja menjawab
“oh…”
Sambil melipat keduatanyannya diatas bangku dan segera mengambil posisi tidur
“Tuh
yang gue maksud, gantengkan? Tapi sayang kayak es batu” Bisik Nayla pada Auri
Aldo
yang belum tertidur hanya berdehem, lantas Nayla kembali menghadap kedepan. Bu
In pun melanjtkan pelajaran dan sesekali memberikan pertanyaan kepada murid
kelas XI IPA1. Tak hanya cantik Auri juga termasuk siswi yang cerdas, dulu
disekolahnya Auri menjuarai kelas bahkan masuk dalam daftar paralel seangkatan,
tapi hal tersebut tak membuat Auri dikenal seangkatannya justru membuat Auri
menyimpan luka yang mungkin akan ia kenang selama hidupnya.
Tet…tet…tet…….
Tak
terasa bel berbunyi menandakan waktu istirahat dimulai.
“Auri
ke kantin yuk…” Ajak Nayla pada Auri
“Bentar
semenit lagi gue selesain nyatet dulu” Jawab Auri
“Aelaah…
rajin amat neng, Do bangun lo kesekolah kenapa gak bawa kasur lo sekalian”
Sahut Adit sambil berusaha membangunkan Aldo.
Akhirnya
mereka berempat berjalan bersama kekantin untuk memberi makan cacing diperut
mereka. Mereka bercanda dan mencoba saling mengenal, bukan mereka hanya Nayla
dan Adit yang kepo dengan Auri, berkat Nayla dan Adit Auri merasa memiliki
teman dan tidak merasa sendiri. Hari pertama sekolah Auri tak merasa kesepian
ia cukup happy dengan Nayla dan Adit yang berhasil membuat ia tersenyum bahkan
tertawa yang tentu hal itu sangat jarang ia lakukan di seakolahnya dulu, bahkan
ia dulu tersenyum hanya saat menanggapi guru.
“Gimana
dek hari pertama lo disini?” Tanya Riga pada adiknya.
“It
was good, I think” Jawab Auri sembari menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
“Pokoknya
kalo ada apa-apa lo harus ngomong sama gue”
“Iya
kak”
…………………….
Sudah sebulan
Auri bersekolah di SMA Garuda, ia tampak menikmatinya dengan kehadiran Nayla,
Adit, dan Aldo membuatnya nyaman dan mudah beradaptasi.. Pagi ini murid SMA Garuda
tengah asik menikmati jam kosong karena diadakan rapat guru, termasuk XI IPA 1
Auri dan Aldo memilih untuk tidur dibangkunya sementara Nayla dan Adit tengah
asik bermain game untuk mengusir kebosanan.
"Bangun lo Sab" Teriak salah
satu teman sekelasnya, Auri yang tertidurpun kaget
"I.. iya kenapa Xen?" Tanya
Auri pada Xena
"Tugas lo kan udah beres nih
kerjain tugas gue!" Perintah Xena pada Auri
"Tapi kan itu.." Belum
selesai membantah Xena pun menjawab
"Tapi apa haa? Lo yang nurut deh
sama gue lo tau kan siapa gue? Lo cari masalah disini habis lo" Marah Xena
pada Auri,
Tak ingin berdebat Auri pun segera
mengerjakan tugas Xena padahal ia kemarin malam hampir tidak tidur karena
mengerjakan tugas Xena dan teman-temannya. Saat tahu Auri mendapat juara kelas
Xena dan temannya setiap ada tugas pasti akan menyuruh Auri untuk mengerjakan,
dengan segala ancaman semua yang berhubungan dengan Xena pasti akan tunduk
dengannya termasuk Auri.
"Xen ini tugas lo..." Ucap
Auri sambil memberikan buku tugas pada Xena
"Hmmmm... Lo taruh aja dimeja gue
awas kalo nilai gue jelek!" Ancam Xana pada Auri
,"Heh beliin gue makanan sama
pacar gue sekarang cepetan gue laper nih!" Suruh Xena
"Sayang, tadi kamu aku ajak
kekantin gak mau sekarang kamu malah nyuruh Sabrine?" Tanya Dimas pada
Xena
"Aduh Dimas biar ajalah tuh kacung
kalo gak gue suruh gatel rasanya!" Ucap Xena sambil bergelentut dilengan
Dimas
"Sorry Sab" Bisik Dimas pada
Auri
Setiap murid terutama dikelasnya akan
melakukan apa yang disuruh Xena termasuk Dimas, saat Xena memintanya menjadi
kekasihnya karena ia tak ingin dikeluarkan dari sekolah karena alasan konyol,
walaupun ia harus melakukan apa yang bertentangan dengan hatinya.
Hari itu jam pelajaran kosong guru
tengah rapat membahas ujian yang akan datang.
"Nih Xen pesenan lo" Ucap
Auri sambil memberikan bungkusan makan ke Xena dan Dimas
"Thanks Sab" Ucap Dimas
"Sana lo pergi, napa disini mau
ganjen sama cowok gue?" Sarkas Xena
"Xen..." Dimas lerai Xena,
lalu Auri pun berlalu kebangkunya.
Saat Auri hendak minum, tiba-tiba botol
minum Auri disahut Xena dan dituang keatas kepala Auri, Auri hanya diam tak
tahu harus berbuat apa jika ia melawanpun ancaman di DO akan ia dapatkan, seisi
kelas yang melihatpun hanya diam tak berani bertindak hanya tatapan iba yang
dibwrikan kepada Auri.
"Xen kamu apa-apaan siih"
Ucap Dimas pada Xena
"Udah lo gak usah bela dia
Dim" Ucap Xena sambil menunjuk Auri, Auri berusaha mengerap seragam serta
mukanya yang basah air
"Heh maksud lo apa kasih gue
jamur, biar gak ada yang nyuruh-nyuruh lo lagi gitu hah??.." Marah Xena
pada Auri. Auri yang dicengkram dagunya pun dengan susah payah menjelaskan kalo
itu mungkin pesanannya ketukar, maklum kantin sedang ramai-ramainya karena
jam-jam saat ini waktunya makan siang.
"Xen ta.. di gue pesenin lo ayam
bakar kok, mung..kin itu ketuker sama anak lain" jelas Auri
"Halah alasan doang kan looo"
Marah Xena sambil menjambak rambut Auri.
Dimas yang menyaksikan berusaha menahan
Xena untuk tidak menyakiti Auri
"Xen udah, Sabrine kan udah
jelasin itu ketuker makanannya"Ucap Dimas tenangkan Xena
"Kok lo malah belain kacung itu
sih?" Sanggah Xena
"Gue gak belain siapa-siapa, udah
jangan ribut lagi!"
"Serah gue lahh sekolah-sekolah
bapak gue kalo lo gak mau lihat gue ribut apa lo mau gua DO?" Ancam Xena
pada Dimas
"Bukan gitu maksud
gue.."bantah Dimas
"Mending lo diem aja"Suruh
Xena
"Pokoknya gue gak mau tau, lo
beliin lagi kayak biasanya s e k a r a n g!" Perintah Xena pada Auri
Saat hendak ke kantin, saat melewati
bangku Xena, tangan Auri dicekal Xena dan ditarik keluar kelas. Saat berada
didepan pintu kelas nasi jamur yang dibeli tadi ditempar ke Auri tepat diatas
kepalanya.
"Upss... Air aja gak cukup... Tuh
rasain" Ucap Xena sambil berlalu kekelas
"Eh non Xena ini tadi bapak salah
ngasih makanan, pesenan mas Bagus bapak kasih ke non pesenan non bapak kasih ke
mas Bagus, punten ya non" Ucap Pak Mir sambil memberikan bungkusan nasi ke
Xena
Pak Mir yang baru sadar kondisi tragis
Auri pun lantas kaget dan meminta maaf ke Auri
"Udah gak papa pak" Ucap Auri
pada Pak Mir
Semua mata yang memandang Auri hanya
bisa berbisik-bisik dan memandangnya kasihan, membelapun akan salah jika
berurusan dengan Xena. Lalu Auri pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan
tubuhnya dari kekacauan yang Xena buat tadi.
Sesampainya dikamar mandi air mata yang
tersimpan sejak tadi segera keluar tanpa diminta.
"Gue kuat, gue bisa pasti
bisa" Ucap Auri menyemangati dirinya sambil menyeka air mata
Saat dirasa dirinya sudah tenang Auri
memilih kembali ke kelasnya, tapi didepan kamar mandi ada Dimas yang
menunggunya
"Sab gue minta maaf, gue tadi gak
bisa nahan Xena, lo jadi kayak gini"
"Udah Dim ini bukan salah lo, udah
gak papa udah terjadi juga kan" Yakinkan Auri agar Dimas tak menyalahkan
dirinya
Tanpa mereka ketahui Xena yang akan ke
kamar mandi mengetahui mereka berdua tengah berbincang pun panas dan murka
"Heh kacung looo bener-bener ya
hari ini cari masalah sama gue"Marah Xena
Auri dan Dimas kaget karena kehadiran
Xena yang tiba-tiba
"Xena" Ucap Dimas
"Mau ambil pacar gue lo?...
Ternyata buah tidak jatuh dari pohonnya pantesan lo kayak gini orang nyokap lo
aja pelakor sama kayak lo"
Auri memanglah anak broken home kedua
orangtuanya bercerai karena ibunya berselingkuh dengan cinta pertamanya dan memilih
meninggalkan papah, dirinya dan kakaknya. Auri yang disinggung soal kedua
orangtuanya pun tak terima
"Lo boleh salahin gue, terserah lo
tapi jangan bawa-bawa orangtua gue" takterima Auri pada Xena
"Kenapa emang kenyataan nya gitu
kan!" Cibir Xena
Saat akan menjawab omongan Xena,
Xena mendorong dan menjambak Auri masuk
ke kamar mandi, sesampainya dikamar mandi Xena menyalakan air kran dan
menyiramkan pada Auri. Dimas yang mengikutinya dari belakang langsung melindungi
Auri dari siraman Xena
"Ampun Xen... Apa salah gue?"
Tanya sesenggukan Auri pada Xena
"Hahaha ampun lo bilang jangan
harap deh, lo udah mau bunuh gue mau ambil pacar gue lagi rasain ini"
Marah Xena sambil menampar Auri, Dimas yang berusaha melindungi Auri pun
mendapat tamparan dari Xena.
"Cukup Xen ini sakit... Cukup
Xen.." ucap Auri sambil melindungi dirinya dari amukan Xena.
Xena berhenti menjambak dan berlalu
keluar kan kembali lagi membawa pot bunga, kembali menjambak Auri dan siap
melempar pot bunga
"Cukup Xen.... Cukup... ampun..."
"Riri lo kenapa..." Nayla
bangunkan Auri
"Hah.. gue.. gue.. lo.." ucap
Auri terbata-bata
"Gue Nayla heyy... Lo mimpi buruk
ya?" tanya Nayla pada Auri
"Oh.. Tuhan itu cuma mimpi"
Lega Auri
"Lah aneh lu" Ucap Aldo
sambil melanjutkan tidurnya
"Hii... Guys gue ada info baru
nich..." Teriak Sera si tukang gosip di kelas XI IPA 1
"Apa-apa?" Tanya Nayla pada
Sera
"Jadi gini guys, sekolah kita ada
murid baru"
"Aelah gue kira apa, biasa
ajalah" Sahut Adit
"Nyut aja luuu... Masih ada
kelanjutannya Opie kumis, ya kan Ser?"
"Iyaa.. Nay tau tuh nyaut aja.
Jadi anak baru itu ada di kelas sebelah dannnn dia ituu anak koruptor!"
"Iya cantik sih cantik tapi
sayang..... Setahu gue di pindahan dari Jakarta kayaknya sama deh kayak sekolah
lo dulu Ri.." Jelas Maudy
"Siapa namanya?" Tanya Auri
"Namanya Xenia eh Xena" Maudy
Saat mendengar nama Xena, Auri menegang
alasan pindah dirinya adalah Xena, ia dibully disekolahnya dulu orang-orang
hanya menatapnya iba dimanapun ia melangkah, perpisahan kedua orangtuanya
bukanlah kesalahannya namun ia tertekan akan itu
"Pinter tapi nyokapnya pelakor,..
jangan-jangan dia sama lagi".. cacian yang sengaja dilontarkan padanya
makanan sehari-hari dan masih banyak lagi cacian yang ia dapat. Kakaknya yang
tidak sengaja mengetahui Auri diperlakukan tidak adil, kakaknya memindahkan
Auri sekolah ke Bandung dan tinggal bersamanya. Lantas sekarang Xena justru ke
Bandung, sekelebat ingatan Auri kembali lagi.
"Lo kenapa Ri?"Tanya Aldo
pada Auri yang tampak pucat
"Gak... Gak papa.. gue ke kamar
mandi bentar" Pamit Auri pada Aldo
"Auri kenapa? Tanya Nayla pada
Aldo
"Gak tau pokoknya pas denger Xena
dia jadi aneh" Jawab Aldo,
Nayla yang tak mengerti, hanya menatap
Aldo bingung
"Tapi tadi pas tidur kayaknya dia
mimpi buruk dan Riri bilang ampun Xen jangan Xen gitu..."
"Apa yang dimaksud Xen itu Xena
anak pindahan itu?" Tanya Adit
"Gue susul Riri dulu" Ucap
Nayla
,.......................
Saat akan ke kamar mandi tangan Auri
dicekal oleh seseorang
"Sabrine? Wahh gak nyangka kita
satu sekolah" Cekal Xena
"Lo...." Beo Auri
"Iya gue, lo pikir bisa lepas dari
gu hah?"bisik Xena pada Auri
"Heh lo apa-apaan ngancem
Auri?"Tanya Nayla pada Xena
"Apa lo ikut-ikutan" Jawab
Xena
"Lo anak baru nyali lo berani juga
yaa, ah gue lupa bokap lo kan pejabat, pejabat korupsi uppsss...
Hahahah..."
"Loo ish" Kesal Xena
Siswi yang lain yang sedang berlalu
lalang memandang Xena mengejek bahkan berbisik-bisik terang-terangan mengejek
Xena anak korupsi. Mungkin dulu dia bisa berlaku seenaknya tapi kini berbeda
keadaan justru berbalik.
Komentar
Posting Komentar